09 November 2010

PROGRAM INTENSIF TALAQQI KITAB 2010.

PROGRAM INTENSIF TALAQQI KITAB 2010.


Jadual Program Tafaqquh Fiddin Bersama Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu al-BanjariJadual Program Tafaqquh Fiddin Bersama Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki –

Jadual Program Tafaqquh Fiddin Bersama Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari

Jadual Program Tafaqquh Fiddin Bersama Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki – November 2010M/Dhulqaedah – Dhulhijjah1431H
Jadual Program Tafaqquh Fiddin Bersama Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki – November 2010M/-Dhulqaedah – Dhulhijjah1431H
Tarikh: 30Dhulqaedah 1431H/7 November 2010 (Ahad)
Masa: Maghrib
Lokasi: Masjid at-Taqwa, TTDI
Tarikh: 1 Dhulhijjah 1431H/8 November 2010 (Isnin)
Masa: Kuliah Dhuha
Lokasi:Masjid an-Nur, USJ 4, Subang Jaya
Masa: Maghrib
Lokasi: Masjid, Kota Damansara
Tarikh: 2 Dhulhijjah 1431H/ 9 November 2010 (Selasa)
Masa: Kuliah Dhuha
Lokasi: Masjid at-Taqwa TDDI
Masa: 2.30 petang
Lokasi: BS 24, APIUM (Tajuk “Cabaran semasa pengajian Islam”. Majlis anjuran Jabatan Fiqh dan Usul UM dan Jabatan Akidah dan Pemikiran Islam UM)
Masa: Maghrib
Lokasi: Surau ar-Rahmah, Seksyen 8, Shah Alam.
Dicatat oleh al-fagir abu zahrah di 19:43
Label: Syaikh Nuruddin

04 November 2010

JEMPUTAN KE MAJLIS MAWLID BULANAN

JEMPUTAN KE MAJLIS MAWLID BULANAN

——————————————————————————–
Lokasi MASJID AL BUKHARY KUALA LUMPUR
——————————————————————————–
Direka Oleh: Majlis Ilmu Baalawi
——————————————————————————–
lebih info JEMPUTAN KE MAJLIS MAWLID BULANAN
TARIKH : 4.11.2010 ( KHAMIS)
TEMPAT : MASJID AL BUKHARY, JLN HANG TUAH,KL.(berhampiran dgn Pudu Jail)
MASA : Majlis bermula selepas Maghrib.
Seluruh Muslimin dan Muslimat dijemput hadir. sila sebarkan jemputan ini.
terima kasih!
-INFO DARI ALMAWLID DAN DARUL MURTADZA-

Majlis ilmu mingguan di Surau AlHidayah

Majlis ilmu mingguan di Surau AlHidayah


Darul Murtadza Assalammualaikum wrbt. InsyaALLAH majlis ilmu mingguan DM pimpinan ALHABIB ALI ZEINAL ABIDIN ALHAMID akan bersambung spt biasa pd Jumaat 05/11/10 bermula jam 915pm-1100pm d Surau AlHidayah, Keramat AU3, KL (sila rujuk album berkaitan). Semua lapisan masyarakat dijemput hadir. Semoga ALLAH SWT melapangkan masa kita & in…syaALLAH kehadiran antum akan menambahkan keberkatan kpd majlis & hadirin lain. Mohon sebarkan.

02 November 2010

Semua Berjalan di Jalannya Masing-Masing – Al Habib Umar bin Hafidh

Semua Berjalan di Jalannya Masing-Masing – Al Habib Umar bin Hafidh

NABI MUHAMMAD S.A.W
NABI MUHAMMAD S.A.W
Semua Berjalan di Jalannya Masing-Masing
Semua Berjalan di Jalannya Masing-Masing
Oleh : Alhabib Umar bin Hafidh
(Disampaikan dalam rangkain acara Multaqo Ulama di Masjid Agung Jawa Tengah – MAJT, Semarang dari tanggal 17 – 18 April 2009)
Kita mendapat nikmat yang besar dari Allah Swt. Dahulu orang terdahulu mendapatkan nikmat seperti yang kita rasakan dengan perjuangan yang sangat berat sehingga kita sekarang dapat merasakan nikmat tersebut.
Oleh karena itu kita yang mempunyai kemampuan (ulama) harus menyelamatkan masyarakat. Halaqoh dzikir dan ilmu harus terus hidup di masyarakat karena kita mempunyai murid-murid. Kita harus terus menyempurnakan tawasul kita, menyempurnakan silaturrahim diantara kita untuk meningkatkan dakwah kita.
Saya datang ke Indonesia sejak 17 tahun yang lalu. Di sini (Indonesia) masih terjaga madzhab Syafi’i, tapi akhir-akhir ini ada madzhab yang tidak baik yang kalau kita tidak berhati-hati maka madzhab tersebut akan menyesatkan kita.
Kita harus bekerja sama agar masalah-masalah seperti ini dapat terselesaikan dengan tidak terganggu oleh latar belakang kita masing-masing. Dengan saling bertemu kita dapat menyedikitkan kesalah-pahaman sehingga keadaan yang lebih baik akan kita dapatkan.
Ini tidak ada niat lain kecuali ingin menyatukan umat. Ilmu adalah mempunyai kedudukan yang tinggi sehingga bagi orang yang berilmu tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain untuk mengikuti keinginannya. Seperti halnya politik, partai-partai tidak bisa memaksa kyai atau ulama untuk meninggalkan pondok pesantrennya hanya untuk masuk ke partainya. Semua harus tetap berjalan di jalannya masing-masing akan tetapi tetap harus sering-sering bertemu (silaturrahim).
Silaturrahim ini tidak membahas latar belakangnya masing-masing, tidak! Tapi pertemuan-pertemuan yang membahas kebaikan umat.
Lihatlah dzikir kita, apakah membawa hasil bagi kita? Apakah membawa pengaruh bagi diri kita?
Semua Berjalan di Jalannya Masing-Masing
Oleh : Alhabib Umar bin Hafidh
(Disampaikan dalam rangkain acara Multaqo Ulama di Masjid Agung Jawa Tengah – MAJT, Semarang dari tanggal 17 – 18 April 2009)
Kita mendapat nikmat yang besar dari Allah Swt. Dahulu orang terdahulu mendapatkan nikmat seperti yang kita rasakan dengan perjuangan yang sangat berat sehingga kita sekarang dapat merasakan nikmat tersebut.
Oleh karena itu kita yang mempunyai kemampuan (ulama) harus menyelamatkan masyarakat. Halaqoh dzikir dan ilmu harus terus hidup di masyarakat karena kita mempunyai murid-murid. Kita harus terus menyempurnakan tawasul kita, menyempurnakan silaturrahim diantara kita untuk meningkatkan dakwah kita.
Saya datang ke Indonesia sejak 17 tahun yang lalu. Di sini (Indonesia) masih terjaga madzhab Syafi’i, tapi akhir-akhir ini ada madzhab yang tidak baik yang kalau kita tidak berhati-hati maka madzhab tersebut akan menyesatkan kita.
Kita harus bekerja sama agar masalah-masalah seperti ini dapat terselesaikan dengan tidak terganggu oleh latar belakang kita masing-masing. Dengan saling bertemu kita dapat menyedikitkan kesalah-pahaman sehingga keadaan yang lebih baik akan kita dapatkan.
Ini tidak ada niat lain kecuali ingin menyatukan umat. Ilmu adalah mempunyai kedudukan yang tinggi sehingga bagi orang yang berilmu tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain untuk mengikuti keinginannya. Seperti halnya politik, partai-partai tidak bisa memaksa kyai atau ulama untuk meninggalkan pondok pesantrennya hanya untuk masuk ke partainya. Semua harus tetap berjalan di jalannya masing-masing akan tetapi tetap harus sering-sering bertemu (silaturrahim).
Silaturrahim ini tidak membahas latar belakangnya masing-masing, tidak! Tapi pertemuan-pertemuan yang membahas kebaikan umat.
Lihatlah dzikir kita, apakah membawa hasil bagi kita? Apakah membawa pengaruh bagi diri kita?

Rahasia Sholat Dhuha Rahasia Sholat

Rahasia Sholat Dhuha

Rahasia Sholat DhuhaRahasia Sholat Dhuha
Wed, Mar 24, 2010
Doa dan Dzikir
Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”
[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”
[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami]
Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup: [1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan, [2] mengerjakan shalat Dhuha, dan [3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”
[HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i]
Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Dari Abu Said [Al-Khudry], ia berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuha, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.
[HR. Turmuzi, hadis hasan]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Anjuran Shalat Dhuha
Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib (fardhu).”
[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]
Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:
Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri beliau yang lain.
Waktu Afdol untuk Shalat Dhuha
Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begitu siang], maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”.
[HR. Muslim]
Penjelasan:
Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00 AM, adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.
Jadi dari rincian penjelasan diatas dapat disimpulkan waktu yg paling afdol untuk melaksanakan dhuha adalah Antara jam 08:00 AM ~ 11:00 PM
Jumlah Rakaat Shalat Dhuha
>> 4 RAKAAT
Dari Mu’dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menunaikan shalat Dhuha?”
Aisyah menjawab: “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”
[HR. Muslim dan Ibnu Majah]
>> 12 RAKAAT
Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
>> 8 RAKAAT
Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berjunjung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah putri beliau”.
Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullah pun bersabda: “Siapakah itu?” Saya menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda: “Selamat datang wahai Ummu Hani”.
Sesudah mandi beliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah shalat saya (Ummu Hani) berkata: “Wahai Rasulullah, putra ibu Ali bin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi, wahai Ummu Hani”.
Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”
[HR. Muslim]
Tata Cara Shalat Dhuha
1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
2. Membaca surah Al-Fatihah
3. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
4. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
5. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
6. Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
catatan :
>> Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
>> Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.
>> Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan.
>> Doa yang terkenal dalam mazhab Syafi’i ada pada slide selanjutnya. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Do’a Sesudah Shalat Dhuha
ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘ADHUHAA ‘UKA – WAL BAHAA ‘ABAHAA ‘UKA – WAL JAMAALA JAMAALUKA – WAL QUWWATA QUWWATUKA – WAL QUDRATA QUDRATUKA – WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.
ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU – WA IN KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU – WA IN KAANA MU’ASSARAN FA YASSIRHU – WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU – WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DHUHAA ‘IKA, WA BAHAA ‘IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA QUDRATIKA.
AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN.
Artinya:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU – dan kecantikan adalah kecantikan-MU – dan keindahan adalah keindahan-MU – dan kekuatan adalah kekuatan-MU – dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU – dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah – Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah – dan jikalau sukar maka mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah – dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU.
Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.
Dikirim dalam Solat Tiang Agama | Label: solat
http://pondokhabib.wordpress.com/tips-murah-rezeki/

PENGENALAN DAR QURAN WAL HADITH

PENGENALAN DAR QURAN WAL HADITH

Pengenalan
Dar al Quran dan al Hadith merupakan sebuah pusat pendidikan yang menjadikan hafazanAl    Quran dan    hadith Nabawiyyah sebagai mata pelajaran teras. Para pelajarakan turut diajar dengan ilmu-ilmu Diniyyah dan Bahasa Arab berdasarkan sukatan beberapa maahad yang yang terdapat di negara Timur Tengah seperti Makkah, Yaman, Syria dan Mesir yang telah sekian lama mengaplikasikan kaedah ini dalam pengajian mereka. Tanpa meminggirkan mata pelajaran akademik, sekolah ini juga menyediakan peperiksaanSPM dan STAM sebagai persediaan bagi para pelajar melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi lagi.

 Falsafah
-          “Sesiapa yang Allah kehendaki dengannya kebaikan, maka dia akan difaqihkan
        dalam agamanya”

Objektif
·         Membentuk kecemerlangan minda melalui al Quran
·         Membentuk generasi huffaz yang rasikh (mantap) dalam pelbagai disiplin ilmu
       melalui sistem  pendidikan tradisi ulama’ silam.
·         Melahirkan kader-kader yang peka dengan isu-isu semasa dan mampu mempertahankan
       Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah yang tulen.
·         Melahirkan para pendakwah yang mampu manggarap adab dan mesej dakwah
       Rasulullah memalui pendekatan dakwah secara berhikmah dan memberi peringatan yang
       baik dalam apa jua situasi.
Syarat Kemasukan
1.       Lelaki
2.       Berumur 13 tahun
3.       Mendapat 4A atau 5A dalam peperiksaan UPSR
4.       Boleh membaca al Quran dan menulis jawi dan berminat dalam menghafaz Hadith

http://ysofaklforms.blogspot.com/2010/11/borang-darul-al-quran-wal-hadith-pg-1.html
http://ysofaklforms.blogspot.com/2010/11/brochure-darul-quran-wal-hadith.html

01 November 2010

PENDAFTARAN SEKOLAH TINGGI ISLAM AS SOFA 2011, KINI DI BUKA

PENDAFTARAN SEKOLAH TINGGI ISLAM AS SOFA 2011, KINI DI BUKA


Pengumuman Borang Permohonan 2011
Bagi permohonan Tingkatan 1 dan 4 bagi kemasukan 2011, Tuan atau Puan boleh melihat borang panduan di sebelah kiri blog ini. Tuan atau Puan boleh cetak borang tersebut dan poskannya di alamat :
SEKOLAH TINGGI ISLAM AS SOFA,
KM 35 JALAN SEREMBAN TAMPIN,
71350 KOTA,
NEGERI SEMBILAN.
* Tarikh Penghantaran Borang bagi Permohonan Tingkatan 1 (2011) pada 30 November 2011
*Tarikh Penghantaran Borang bagi Permohonan Tingkatan 4 (2011) selepas keputusan PMR 2010 diumumkan * Penghantaran terus ke Pejabat Sekolah turut diterima.
Sebarang Pertanyaan Sila Hubungi :
Pejabat Sekolah : 06 445 0419
Waktu Pejabat 9.00 hingga 4.30 Petang (Isnin hingga Khamis)
Waktu Pejabat 9.00 hingga 12.30 tgh (Jumaat)
Faks :06 445 0363
http://sekolahtinggiislamassofa.blogspot.com/

29 Oktober 2010

Mutiara Nabawi

Mutiara Nabawi

Semalam kami sekeluarga ke Taman TAR untuk menghadiri majlis ilmu. Saya sempat menukilkan secara bebas beberapa kupasan Tuan Guru yang mulia Syeikh Muhammad Fuad Kamaluddin al-Maliki atas kitab 40 Mutiara Nabawi Fadhilat al-Quran al-Karim yang dikhatamkan semalam. Antaranya ialah seperti berikut,
1. Perlantikan sebagai ketua tidak semestinya berdasarkan kepada umur tetapi berdasarkan kepada kematangan dan makrifah. Sebab itulah kita dapat lihat bagaimana Rasulullah saw telah melantik Usamah untuk mengetuai angkatan tentera walaupun ada para sahabat yang lebih tua didalam angkatan tersebut. Abdullah bin Abbas pernah menjadi exco kerajaan Khalifah Umar dalam usia yang muda. Begitu juga dengan Imam asy-Syafi'i yang menjadi mufti dalam usia yang sangat muda. Sejarah perjuangan Nabi saw juga menyaksikan betapa Nabi saw dikelilingi oleh para pemuda. Sebab itulah Rasulullah saw pernah berkata bahawa yang bersama dengannya adalah pemuda (pemuda merujuk kepada para sahabat yang ramai di antara mereka berusia lebih muda dari baginda saw) sebaliknya yang suka membangkang baginda saw adalah orang tua (merujuk kepada golongan tua seperti Abu Lahab yang sentiasa menghalang usaha dakwah baginda saw)
2. Sesiapa yang berpuasa di jalan Allah maka Allah Ta'ala akan menjauhkan dirinya dari api neraka selama 70 tahun. Maksud berpuasa di jalan Allah ialah berpuasa dan menghadirkan diri ke rumah Allah dengan azam untuk menuntut ilmu. Sebab itulah kata syeikh, alim-ulama di Makkah akan sentiasa melipat-gandakan majlis ilmu di bulan Ramadhan berbanding bulan-bulan yang lain. Ketahuilah bahawa menuntut ilmu itu lebih afdal dari solat sunat.
Sumber : Ikan tongkol Blogspot

Majlis Ilmu di Surau Al Hidayah Malam Ini

Majlis Ilmu di Surau Al Hidayah Malam Ini

Majlis Ilmu di Surau Al Hidayah Malam Ini
Darul Murtadz(FB) Assalammualaikum wrbt. InsyaALLAH kelas mingguan DM pimpinan AlHabib Ali Zeinal Abidin AlHamid akan bersambung spt biasa Malam ini Jumaat 29/10/10 bermula jam 915pm-1100pm d Surau AlHidayah, Keramat AU3, KL (Majlis ini terbuka kpd semua lapisan masyarakat. Semoga ALLAH SWT melapangkan masa kita & Mohon sebarkanLihat seterusnya..
Jadual Am Pengajian Bersama Habibana al-Habib ‘Ali Zainal ‘Abidin al-Hamid حفظه الله

28 Oktober 2010

Syarah Khas Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di Radio IKIM

Syarah Khas Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di Radio IKIM

*Catatan bebas pada 24 Oktober 2010
Kepada seluruh kaum Muslimin, di sini ada sedikit kupasan iktibar tentang hukum-hukum ibadah haji. HIkmah yang pertama adalah berasaskan kepada makna kalimah atau lafaz haji yang bererti dari qasdu yang bermaksud niat atau tujuan. Para jemaah perlu memahami erti niat dalam melakukan ibadah haji iaitu dengan melakukan amal ibadah ikhlas kerana Allah Ta’ala. Seseorang itu hendaklah pergi ke Baitullah dengan niat untuk mengagungkan syiar-syiar Allah Ta’ala dengan penuh perasaan ikhlas. Segala sesuatu yang disyariatkan Allah Ta’ala hendaklah ditunaikan dengan memaksudkan tujuan melaksanakannya kerana Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman bahawa ingatlah bahawasanya hanya milik Allah Ta’ala agama yang bersih suci dan murni. Junjungan Besar Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya setiap perbuatan manusia akan dinilai bergantung kepada niat”. Dalam satu sabda baginda saw yang lain, “Barangsiapa berjihad maka ia akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan”. Ketahuilah bahawa seseorang yang berniat dengan niat yang baik dalam perkara-perkara yang dibolehkan dalam syarak maka ia akan beroleh ganjaran pahala. Andai kata seseorang berniat untuk makan, dengan tujuan makan itu adalah untuk menguatkan tubuh badannya bagi melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala maka niatnya untuk makan itu akan beroleh ganjaran pahala. Apatah lagi jika niat itu disertakan dengan adab-adab yang telah diajar oleh Rasulullah saw. Maka setiap adab yang dilakukan itu akan mendapat ganjaran pahala dari Allah Ta’ala. Demikian juga bila kita duduk bersama dengan keluarga dan para sahabat dimana setiap adab yang baik jika disertakan bersama pasti akan diberi ganjaran Allah Ta’ala. Baginda saw bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik kepada keluarganya. Aku adalah yang terbaik kepada keluargaku”.
Begitu juga dalam tujuan nafkah dimana apabila kita menjaga diri kita dari meminta kepada orang lain, menghubungkan silaturrahim dan bersedeqah maka setiap segala sesuatu kebaikan yang dikerjakan itu akan beroleh ganjaran Allah Ta’ala. Sabda Nabi saw, “Barangsiapa berada di waktu petang dengan keadaan mencukupi untuk dirinya dan keluarganya maka ia tidur dalam keadaan diampunkan dosanya”. Dalam satu hadith yang lain, Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang berusaha untuk mencari harta untuk kepentingan janda, orang miskin dan anak-anak yatim maka ia berada di jalan berjihad kepada Allah Ta’ala”. Sekali lagi ditekankan disini bahawa hendaklah kita mengambil iktibar dari hikmah haji yang pertama iaitu meluruskan niat mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa kita dan menerima amal ibadah kita.
Hikmah haji berikutnya ialah dengan melahirkan kecintaan kepada Allah Ta’ala. Jemaah haji perlu mengorbankan harta yang dimiliki yang merupakan sesuatu yang sangat dicintainya. Dengan sebab itu, apabila ia mengorbankan hartanya maka ia termasuk dalam golongan orang-orang yang mencintai Allah Ta’ala. Selain itu, ia juga perlu mengorbankan aktiviti-aktiviti yang lazimnya dilakukannya. Apabila ia mengerjakan haji, maka hatinya tidak lagi pada aktiviti-aktiviti yang kebiasaannya dilakukan sebelum ini sebaliknya menumpukan sepenuh perhatian kepada amal ibadah ketika berada di Tanah Suci. Maka keberadaaanya di Tanah Suci pada waktu itu jelas menunjukkan kecintaannya sebagai hamba kepada Allah Ta’ala. Dalam amal ibadah haji terkandung erti mengingati dan menghayati peristiwa-peristiwa penting dalam Islam. Di tanah Suci, seseorang itu akan melihat kesan sejarah Islam seperti maqam Nabi Ibrahim, tempat Siti Hajar berlari-lari anak mencari air dan sebagainya dimana kesan sejarah ini apabila dihayati sepenuhnya akan menghubungkan kecintaan kita kepada Allah Ta’ala. Oleh kerana itu, wajiblah bagi kaum Mukminin melahirkan niat kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan kecintaan yang sentiasa hidup dalam hatinya serta melebihi dari perkara yang lainnya. Sebagai ganjaran, Allah akan menghidupkan hatinya dengan kecintaan yang tidak berbelah bahagi kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dalam ibadah haji, antara pengajaran yang dapat kita ambil ialah tentang bagaimana kita mengorbankan harta yang dicintai ke jalan Allah dan tidak membelanjakan harta tersebut ke jalan yang bercanggah dengan syarak. Ketahuilah bahawa setiap sesuatu yang dibelanjakan itu akan mendapat balasan dari Allah Ta’ala. Jika harta itu dibelanjakan ke jalan Allah maka ia mendapat ganjaran pahala sebaliknya jika ia dibelanjakan ke jalan yang bertentangan iaitu ke jalan yang bercanggah dengan syarak seperti maksiat maka ia akan mendapat dosa. Sabda Nabi saw, Tidak beriman seseorang bagi mereka yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan jirannya berada dalam keadaan lapar sedangkan ia tidak membantunya”. Dalam hadith yang lain, Nabi saw bersabda, “Takutlah kamu kepada Allah walaupun dengan separuh dari sebiji buah kurma”. Diriwayatkan pada satu ketika, baginda saw masuk ke rumah isterinya, Aisyah. Didapatinya Aisyah sedang menangis lalu baginda saw bertanya, “Kenapa kamu menangis?” Jawab Aisyah, “Tadi telah datang seorang wanita bersama dua orang anaknya dan mereka meminta-minta. Sedang aku pada ketika itu hanya mempunyai 3 biji kurma. Lalu aku berikan kurma-kurma itu kepada mereka. Si ibu lalu memberikan dua biji kurma itu kepada kedua-dua orang anaknya setiap satu. Kemudian sampai giliran si ibu untuk memakan sebiji lagi. Apabila si ibu itu hendak memakannya maka kelihatan si anak seperti hendak mendapatkan bahagian ibunya. Ibunya langsung membahagikan kurma yang sebiji itu kepada dua bahagian lalu diberikan kepada kedua orang anaknya. Aku menangis bila mengenangkan sifat ibu yang sangat kasih dan belas kepada anak-anaknya”. Lalu Nabi saw bersabda, “Ketahuilah bahawa Allah Ta’ala akan mengampunkan si ibu tadi kerana sifat belas kasihannya itu”.
Antara lain hikmah haji ialah mendidik jiwa dan membersihkannya dari perkara-perkara maksiat apabila hendak menghadap Allah Ta’ala. Ketahuilah bahawa barangsiapa mengerjakan haji maka hendaklah ia berniat membersihkan diri dari perkara-perkara yang boleh membatalkan ibadah haji. Caranya ialah dengan membersihkan harta dari perkara-perkara haram dan jiwa dari perkara-perkara tercela. Dalam satu hadith ada dinyatakan bahawa barangsiapa yang pergi menunaikan haji dengan tidak melakukan perbuatan kotor (tercela) maka ia akan kembali dari ibadah hajinya seakan-akan ia seperti bayi yang baru keluar dari perut ibunya. Al-Rafats ialah segala sesuatu yang jika dilakukan akan menimbulkan rasa malu bagi seseorang yang bermaruah. Seseorang yang pergi menunaikan ibadah haji perlu membersihkan jiwanya dari al-rafats seperti mana ia membersihkan rumahnya. Ini termasuklah membersihkan diri dengan menjaga lisan, telinga dan matanya agar ia termasuk dalam golongan yang menghayati erti haji yang sebenarnya. Begitu juga dengan kefasikan dan berdebat (jidal) yang sia-sia, hendaklah kita menjauhinya agar amal ibadah kita tidak menjadi sia-sia.
Apabila kita dapat menjaga diri kita zahir dan batin maka ganjarannya ialah haji yang mabrur. Maka sempurnalah hajinya apabila beroleh haji yang mabrur. Antara sebab untuk beroleh haji yang mabrur ialah dengan berbuat baik kepada sesiapa sahaja ketika berada dalam ibadah haji. Maksud berbuat baik disini termasuklah seperti bertutur dengan baik dan memberi makan kepada orang lain. Untuk beroleh haji yang mabrur juga, hati hendaklah diisi dengan keimanan dan hendaklah berazam untuk mengunjungi Rasulullah saw yang telah mengenalkan ibadah haji kepada kita. Tiadalah ganjaran lain melainkan syurga bagi mereka yang beroleh haji yang mabrur.
Dalam kitab al-Azkar karangan Imam Nawawi dan tafsir yang dikarang oleh Ibnu Katsir, pernah dikisahkan bahawa pada satu hari, makam Rasulullah saw dikunjungi oleh orang Arab dari kampung dimana penjaga makam Rasulullah saw pada ketika itu ialah Al-Utbi. Kata orang Arab itu apabila menziarahi makam Rasulullah saw, “Aku mendengar firman Allah dengan maksudnya, Barangsiapa berdosa dan datang kepada Rasulullah saw lalu beristighfar maka dosanya akan diampun”. Orang Arab itu pun memohon ampun dan tidak lama selepas itu ia pun pergi. Tidak lama selepas itu, al-Utbi pun tertidur lalu bermimpi bertemu Rasulullah saw. Dalam mimpinya itu, Rasulullah saw berkata kepadanya, “Bangkitlah dan kejarlah orang Arab tadi dan beritahulah kepadanya bahawa Allah telah mengampunkan dosanya”.
http://ikantongkol09-mengaji.blogspot.com/2010/10/syarah-khas-al-habib-umar-bin-muhammad_26.html

27 Oktober 2010

Program Cuti Sekolah

Program Cuti Sekolah

Program Tafaqquh Fi Al Din 2010


"Mempasak Aqidah Murni, Menerap Manhaj Nabawi"

Tarikh:
19-25 Disember 2010

Tempat:
Sekolah Tinggi Islam As-Sofa, Rembau, Negeri Sembilan

Umur:
9 - 12 tahun

Sasaran:
300 peserta

Pendaftaran:
19 Disember (3 - 5 petang)

Yuran penyertaan:
RM350.00


Objektif Program:
  1. Melahirkan generasi Muslim yang berpegang teguh dengan Aqidah Islam yang sahih dan tidak mampu dirobek oleh senjata-senjata musuh walau apa jua dugaan yang melanda.
  2. Melahirkan generasi Muslim yang berbangga (i'tizaz) dengan al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah sallallahu 'alayhi wasallam dan meyakini sepenuh hati bahawa kemuliaan hidup ini ialah bagi mereka yang berpegang kuat dengan sunnah Nabinya.
  3. Menerapkan jiwa hamba yang mempunyai ikatan kuat dengan PenciptaNya, bertaqwa dan berdaya saing.
  4. Mendukung cita-cita negara untuk terus maju membangun tanpa mengabaikan keseimbangan di antara pembangunan rohani dan fizikal.

Slot-slot Istimewa:

BENGKEL PRAKTIKAL SOLAT MAZHAB SYAFIE
- Melatih para peserta mempraktikkan solat yang sempurna mengikut Mazhab Syafie
KLINIK HIJA'IYYAH & AL-FATIHAH
- Untuk kali pertama, Tafaqquh kali ini memperkenalkan Klinik Hija'iyyah
- Peserta akan mempelajari sebutan 26 huruf hija'iyyah dengan sebutan yang betul daripada ustaz yang berpengalaman
- Mempelajari tahsin, tajwid dan sebutan yang mencacatkan bacaan al-Fatihah dalam solat

PINTAR AQIDAH ISLAM
- Mempasak prinsip-prinsip asas aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah dengan pendekatan yang menghiburkan, mudah dan tidak membosankan menerusi qasidah (Cinta Allah & Cinta Rasul)

ADAB-ADAB ISLAM
- Membimbing para pelajar menerapkan adab-adab Islam dan nilai-nilai murni dalam setiap aspek kehidupan

MOTIVASI ANAK SOLEH
- Menyedarkan peserta tentang tanggungjawab dan nilai seorang Muslim dan anak yang soleh

ISLAMIK EXPLORACE DI ZOO MELAKA
- Modul yang menarik berkaitan dengan penciptaan haiwan

TREASUREHUNT DI KOLAM AIR PANAS
- Memberi kefahaman kepada anak-anak tentang kehebatan penciptaan alam semulajadi


Pengisian-Pengisian:
  • Tauhid
  • Hadith
  • Cinta Rasul
  • Solat
  • Adab
  • Bahasa Arab
  • Kuliah Umum Beramali
  • Salawat dan Nasyid

Jangan lepaskan peluang ini!
Hubungi:
Cik Nor Azura: 017-6047058
En. Mohammad Fazli: 013-7137752

Pembukaan Majlis Taklim & Zikir Di Masjid Kg Kuala Tekal, Pahang

Pembukaan Majlis Taklim & Zikir Di Masjid Kg Kuala Tekal, Pahang


26 Oktober 2010

Peluang Untuk Melaksana Ibadah Korban di Bumi Tarim, Hadramaut

Peluang Untuk Melaksana Ibadah Korban di Bumi Tarim, Hadramaut




Kepada sesiapa yang berminat untuk melaksanakan ibadah korban di bumi tarim, Hadramaut, bolehlah berbuat demikian dengan mewakilkan wakil Persatuan Pelajar Malaysia Darul Musthafa, Tarim. Sila hubungi Ustaz Zul Azwan @ Adnan bin 'Abdullah di no berikut:  +967713919358 atau +60133284320

Daging korban akan agihkan kepada para masyaikh di Tarim, pelajar-pelajar  di Tarim dan mereka yang layak menerimanya.

Harga seekor kambing RM350.00 sahaja (termasuk kos perkhidmatan) - Kambing sahaja.

Cara pembayaran: Depositkan wang ke dalam Akaun Wadiah BSN MOHD ZUL AZWAN B. ABDULLAH . No akuan: 02100-41-00007435-2

Nota: Sila memaklumkan kepada Ustaz Muhammad Zul Azwan @ Adnan sebelum mendepositkan wang

Maklumat lanjut sila hubungi : Adnan b. Abdullah : +967713919358

Ustaz Adnan tengah dok heret kambing untuk disembelih

Ustaz Le dan Ustaz Muhammad Nasrullah dok tengah melapah kambing korban

Gambar Kunjungan Habib Muhammad Soleh Al AttasGambar Kunjungan Habib ke Baalawi KL & Madrasah Darul Faqih, Segamat Johor.

Gambar Kunjungan Habib Muhammad Soleh Al Attas

Gambar Kunjungan Habib ke Baalawi KL & Madrasah Darul Faqih, Segamat Johor.

Sumber FB Habib Agil & FB Baalawi KL

25 Oktober 2010

GAMBAR2 MAJLIS PENGIJAZAHAN HADIS OLEH MAULANA SAYYID SALMAN AL-HUSAINI AN-NADWIMAJLIS PENGIJAZAHAN HADIS OLEH MAULANA SAYYID SALMAN AL-HUSAINI AN-NADWI

GAMBAR2 MAJLIS PENGIJAZAHAN HADIS OLEH MAULANA SAYYID SALMAN AL-HUSAINI AN-NADWI

MAJLIS PENGIJAZAHAN HADIS OLEH MAULANA SAYYID SALMAN AL-HUSAINI AN-NADWI

Maulana Sayyid Salman Al-Hussaini An-Nadwi
Majlis pengijazahan kitab hadis yang enam (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai Dan Ibnu Majah) oleh Maulana Sayyid Salman Al-Hussaini An-Nadwi, pada 1 Zulkaedah 1431h Di Ba’alawi Kuala Lumpur.
Beliau telah mengamanahkan kepada Tuan Guru Ustaz Ahmad Fahmi Zam Zam An-Nadwi Al-Maliki untuk menghuraikan dan mengkhatamkan kitabnya, “Al-Awa’il Salmaniah”, yang mengandungi setiap satu hadis di dalam kitab hadis imam-imam di atas. Pengajian di BAKL telahpun bermula dan pengajian berikutnya adalah pada bulan November, 2010. Semua yang berminat untuk memiliki ‘MUTIARA-MUTIARA’ peninggalan RASULULLAH SAW, DIJEMPUT HADIR, INSYAALLAH!.
http://www.baalawi-kl.com/v1/

Kursus Bahasa ‘Arab Dan Ziarah di Tarim Hadramaut

Kursus Bahasa ‘Arab Dan Ziarah di Tarim Hadramaut



23 Oktober 2010

HARI INI : JADUAL PENGAJIAN DI PUSAT PENGAJIAN BAALAWI-KL

HARI INI : JADUAL PENGAJIAN DI PUSAT PENGAJIAN BAALAWI-KL


22 Oktober 2010

Faedah Bermanfaat

Faedah Bermanfaat
Di akhir kitab wirid yang masyhur, “al-Maslakul Qariib li kulli saalikin muniib” karya al-’Arif Billah al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir rahimahUllah ta`ala, tercatat suatu faedah sebagai berikut:-
Jalan-jalan yang menyampaikan kepada Allah ta`ala adalah sebanyak bilangan nafas segala makhluk. Semuanya dibina atas dasar al-istiqamah dan menuruti Junjungan Nabi SAW, mendidik jiwa dengan mensucikan dan membersihkannya daripada segala akhlak yang keji serta menghiasinya dengan akhlak – akhlak mulia, sehingga terpancar kepadanya segala anwar dan tersingkap segala asrar, sehingga mencapai setinggi-tinggi martabat ketaqwaan kepada Allah.
Di antara sebaik-baik jalan yang berterusan diamalkan sejak berzaman oleh para pengamal dengan istiqamah adalah thoriqah para Saadah ‘Alawiyyin (jalan para pemuka Bani ‘Alawi iaitu anak cucu Imam ‘Alawi bin ‘Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir rahimahumUllah) yang diasaskan atas dasar ilmu dan amal menurut apa yang diterangkan oleh al-Imam Hujjatul Islam al-Ghazali rahimahUllah dalam kitab “Ihya’ Ulumiddin”, khasnya pada pertengahan yang kedua daripada kitab tersebut, kerana beliau telah menerangkan padanya perkara-perkara yang memusnahkan (al-muhlikaat) dan yang menyelamatkan (al-munjiyyat). Dengan mengetahui perkara tersebut, dapatlah disucikan diri daripada sifat-sifat yang keji dan dihiaskannya dengan sifat-sifat yang mulia.
Di antara zikir-zikir yang paling elok bagi ahli thoriqah ini (yakni Thoriqah Saadah ‘Alawiyyin / Thoriqah Saadah Baa ‘Alawi) adalah segala zikir yang telah dikumpul oleh Quthubul Haqiqah wal Irsyad al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad rahimahUllah. Antaranya apa yang beliau himpunkan dalam kitab “Miftaahus Sa`aadah”, di dalamnya beliau telah menghimpun kebanyakan zikir-zikir yang sahih yang warid daripada Junjungan Nabi SAW, di antaranya “al-Wirdul Lathiif” yang dibaca pagi dan petang, jika tidak berkelapangan maka memadai diamalkan pada waktu pagi sahaja. Faedah-faedah “al-Wirdul Lathiif” ini sangat banyak dan tidak terhingga, sesiapa yang membaca syarahnya dia akan melihat kelebihan faedah-faedahnya dan akan melaziminya dengan bersungguh-sungguh. Dan di antaranya juga adalah ratibnya yang masyhur dengan nama “Ratibul Haddad” yang dibaca orang selepas sholat ‘Isya’. Ianya ringkas sahaja dengan bacaan-bacaan yang pendek tetapi mempunyai manfaat besar dan tidak terkira kelebihan dan keajaibannya. Dengan sebab keberkatannya, pengamal-pengamalnya akan menerima berbagai bantuan (madad) dan anugerah daripada Allah SWT yang tidak putus-putus. Ratib ini bermanfaat bagi orang dewasa, kanak-kanak, golongan atasan, golongan bawahan, peringkat muntahi ( peringkat kesudahan), peringkat mutawassith (peringkat pertengahan) dan juga peringkat mubtadi (peringkat permulaan). Sesiapa yang istiqamah mengamalkan ratib ini akan dikayakan Allah (yakni segala keperluannya akan dipenuhi Allah SWT). Demikianlah penjelasan al-’Arif Billah al-Mannan, asy-Syaikh ‘Abdullah BaSaudan rahimahUllah ta`ala, yang mensyarahkan ratib tersebut.
Dan daripada zikir-zikir yang terbaik juga untuk diamalkan waktu petang dan pagi, yang mengandungi zikir-zikir yang warid daripada Junjungan Nabi SAW, adalah apa yang terkandung dalam kitab “al-Maslakul Qariib li kulli Saalikin Muniib”susunan al-’Aarif Billah al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir Baa ‘Alawi. Kitab “al-Maslak” ini mempunyai banyak manfaat dan faedah-faedah yang masyhur. Sesiapa yang berterusan mengamalkannya, dia akan terpelihara daripada gangguan jin dan manusia dan daripada segala yang di langit dan di bumi. Pendeknya segala-galanya itu terletak atas dasar keikhlasan dan niat yang baik, maka apabila baik niat akan terhasillah natijahnya.
Semoga kita dimudahkan Allah untuk istiqamah mengamalkan ratib yang banyak manfaatnya ini. Moga-moga dengan sedemikian, sedikit demi sedikit kita dapat menuruti segala jejak langkah Junjungan Mulia Nabi Besar Muhammad SAW. Mudah-mudahan keberkatannya membawa kita lebih dekat dan hampir kepada Allah SWT.

DOWNLOAD PERCUMA E-BOOK : SEJARAH ULAMA-ULAMA AHLI HADIS (MUHADDITSIN) DI INDIA  : http://wp.me/piAx4-3ct
Syarah Khas Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz sempena Majlis Hol Imam al-Haddad :  http://wp.me/piAx4-3bD
Syarah Khas 2- Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz sempena Majlis Hol Imam al-Haddad  : http://wp.me/piAx4-3cn
Syarah Sairus Salikin – Syarahan Syeikh Fahmi Zam Zam  :  http://wp.me/piAx4-3cp
Syarah Khas sempena majlis pengijazahan sanad Sunan Sittah - :  http://wp.me/piAx4-3cr

21 Oktober 2010

GAMBAR2 PROGRAM HAUL IMAM AL HADDAD 2010

GAMBAR2 HAUL IMAM AL HADDAD 2010

Gambar2 di masjid UIA Gombak, Al Bukhary, Al Falah,Madras An Nur, Masjid Negeri Shah Alam dan Masjid Selat Melaka













Terima Kasih Al Mawlid Facebook.

18 Oktober 2010

Jadual Hb Umar diSingapura (18-19 Oktober 2010)

Jadual Hb Umar diSingapura (18-19 Oktober 2010)
Assalamualaikum wr wb.
Dgn berbesar hati & sukacitanya kota Singapura akan didatangi Al-Musnid Al-Alamah Al-Arif Billah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pd tanggal 18hb Oktober 2010.

Berikut adalah jadual Habib Umar semasa di Singapura:
ISNIN 18 OKTOBER 2010
* 12 Tengahari- Solat Zuhr di Masjid Hj Muhammad Salleh (37 Palmer Road). Ziyarah Maqam Habib Nuh Alhabshi

* 6 petang- Hadrah Baswedan di Masjid Al Abdul Razak(30 Jalan Ismail).
* 7.20 malam- Maulid/Ratib di Masjid Alkaff Kg Melayu (200 Bedok Reservoir Road).

Solat Isyak bersama.

* 8.20 malam- Syarahan Agama "Mencorak Masa Depan Anak-Anak Kami" oleh Habib Umar Bin Hafiz di Masjid Alkaff Kg Melayu.

* SELASA 19 OKTOBER 2010
* Solat Subuh & Maulid Diya' al-Lami' di Masjid Al Abdul Razak (30 Jalan
Ismail).

Semua dijemput hadir.

Wassalam.